WELCOME

Hi ! Thanks for coming. Hope you get to see some stuffs you may like. Or dislike. Comments are so much appreciated...



Saturday, May 16, 2015

CINTA DI RUTIN HARI


Kata dia:

Kelmarin
Semalam
Dan hari ini...
Kau masih di situ
Masih suci
Belum diusik

Datanglah semangat
Hadir dalam diriku
Agar bisa aku
Melayani tiap helaianmu

Kataku:

Di renyai hujan
Kulontar pandangan
Pada kertas setimbunan
Mengganggu jiwa dan ketenangan

Di guruh bersahutan
Kuhapuskan angan
Pada empuk tilam bantal
Menyengkang mata membuntal

Kan menyatukah seru semangat menari longlai merah dakwat?

Thursday, April 9, 2015

OVERTAKING THE LAST INDIAN MINUTE


On the shore of the cyber ocean: your innocent hands took mine.
The walk along the foreign bay landed you uncommonly dear to my mind.

Rattled life.
Abandoned dreams.
Jilted hearts.

Hey, here we are again: 
overtaking the last Indian minute travelling to The Mood,
bringing The Alien home.
Distant laughter and frequent smiles rendering warmth to the hearts.

Sail into the night for the faith of a sound sleep, Potato 58!

Saturday, December 29, 2012

KITA. ADALAH.


Dari naluri yang membezakan nyata dan sembunyi:
terbit suatu persepsi mencetus lara hati.

Pada pertemuan di persimpangan ini:
kisah seiring dikongsi, damai seisi dirasai.
Kita yang akrab kerap disalaherti.

Mengharungi perjalanan asing yang entah bila hujungnya:
Akan mekarkah kuntum kasih melata untukmu?
Akan indahkah pawana di pandangan mata untukku?
Suatu takdir yang dinantikan sepanjang hayat dunia.

Kitalah kompleks penyatuan jiwa tanpa cinta dalam rahmatNya.

Friday, March 30, 2012

LABU UNTUK KUCHING (misi mencari Fahmi)

Sayup dikir gong berdenting.
Harum tumisan rempah melenting.
Ruang tempat letak kereta tiada:
paradoks pesta Kraf di bandaraya.
Menapak dalam misi mencari si gigih berani.


Senyuman dan ramah mesra.
Hasil pelbagai rupa.
Segar minda. Harga istimewa.
Meriah seluruh lokasi sama.
Sesat? Peta ada. Kaunter ditanya.


Rama-rama rotan: hati berkenan.
Batik lukisan: bertukar tangan.
Seramik dinding: tak terbanding.
Kraf tempatan bersaing-saingan.
Hello, Fahmi. Gerai yang mana?


Senyum Fahmi membawa desir labu Kota Lama ke Kuching.

Sunday, March 18, 2012

ABang Terimakasih

Menyusur lorong kenangan itu: ada luka terpalit di kata.
Menegas empunya milik siapa pada diri yang dibimbangi setia.
Kuperdengarkan kisah yang sama buat kesekian kalinya.
Ku petik jujur terlindung di balik redha suasana.


Carilah bahagia sendiri, katanya.
Bernafaslah wahai debu yang diizin, serunya.
Biar hati pedih. Biar semangat retak.
Bukan hidup ini mudah. Tapi mustahil tidak.


Kasih tulus kubawa menyuluh kelam lara perjalanan tanpa rimbunan mekar bunga mimpi.

Tuesday, December 6, 2011

IT

This unintended feeling, unnamed.
Forbidden since the first day of ITs existence.
Yet we let IT linger in hunger.


Very much alive, unattended.
Hidden between each passing opportunity we failed to recognise.
Hindered. Yet treasured.


It's a promise of the untied.

Saturday, August 6, 2011

LIVED, PLEASED

If I were to leave this world before you,
please weep: for you, not for me.
Coz I just lost my life,
but you just lost your hive.


If I were to meet God before you,
please be reminded:
that I won't be around to curb your anger,
that you won't be bound to pretend any longer.


So if it happens sooner than anyone would have thought:
I worry not.
As I am sure I have lived as I believed.
As good deeds would live as they were weaved.


Soon, you'll reap what you sow too.

Thursday, June 9, 2011

HEY, KAMU...

Ada sinar bahagia di wajahmu
Hey, aku senang melihatnya.
Senyum. Tawa. Gurau. Mesra.
Walau ku tahu segalanya sekadar
penyadur kecamuk rasa.
Hiba. Lara. Tangis. Duka.
Bergurindam di jiwa.


Pada ruang masa yang menjarakkan
setiap niat yang ada:
Hey, kamu, maafkan aku.
Hanya aku mampu sekadar mengerti
badai yang kusut melingkari
kerana aku sendiri
sama teruntai memendam rasa.


Pada kisah yang berbeza, tentunya!

NA MUNGKIN

Mana mungkin hatimu ku isi
dengan hanya baki setitis cinta
sedang lebarnya melangkau tujuh petala langit


Mana mungkin sunyimu ku isi
dengan hanya riak tawa yang sesekala
sedang jurangnya sedalam tujuh lapis bumi


Tak mungkin aku mampu 
mengisi kosong jiwamu
yang dahaga kasih dan perhatian
sedang aku sendiri masih tercari-cari
cangkir bahagia yang hilang


Maafkan ketidakmampuanku...

KERANA TINSYA

Ribut. Kelabut. Huru menghambat hara.
Segalanya kucar-kacir. Arah tak menentu.
Apabila TINSYA merebak di minda.


Hijau jadi Biru. Tiga dilihat Satu.
Tiada lagi pameran berkilau terlihat di mata.
Yang dinanti huruf tersusun menyampai berita.
Ketika TINSYA melebar pengaruh suasana.


Senyum meniti hatta dalam mimpi.
Lorekan pasir tak hapus di gigi air.
Detik bertemu serasa tak tertunggu.
Saat TINSYA menguasai alam buana.


Hidup manis di awan kerana TINSYA!

Friday, March 18, 2011

Now is The Time

Everything has its own time:
To meet or to depart
To love or to hate
To come or to leave.

As ours today.

The exit has its way of separation
and from there the future is unknown.
I just sing myself a lullaby
just so all tears and pain would bid me goodbye.

Be it a punishment or a hidden blessing, I return my fate to Him.

Thursday, March 17, 2011

Midnight Haiku

a great tsunami
washes thru the land in force
sweeping away all


a token of friendship from David Z
by YM
18032011, 00.37

Monday, August 30, 2010

Senyum sekuntum yang mekar
mengisah seribu warna bahagia
semerbak harum bertebar
melangkaui medan lara
dan irama rasa indah
menari-nari di telinga


Segala bahagia yang terpandang
segala lara yang terbuang
ku turut dengan syukur berbait
kerana hari ini
aku masih mampu menyaksi
tautan dua hati termeteri


Sudikah hati-hati yang terpaut
menumpang si kerdil aku
pada rasa itu?

Friday, February 19, 2010

I KNOW IT'S THERE, BUT...

Watching the leaves high up the sky,
those memories suddenly came by.
I tried to avoid but I don't know why:
somehow, someway, I couldn't deny
that my mind on you there, still lie.

Blossoms in the spring enchanted the air,
there I saw you, man, getting nowhere.
I tried to get you, I tried to reach you.
But fortunate of mine won't ever be there.
Then, nothing more to hope for, needn't have to swear.

Though spring will turn to winter,
and flowers appear in the midst of snow,
I know the failure will be forever.
But still I want you to know:
that your historical appearance in me
a blink of golden memory it shall be.

May all the happiness be yours...

SA94
TS

Wednesday, February 17, 2010

You told me she's gone
Thrown away by time
Smashed up by your love to me

But you are not good at lying
Your eyes long to see her
Your mind still keeps her safe and secured

Tell me that I'm wrong
Prove me that you are right
When you hear a love song
You remind yourself of your love to her
and not to me
You see yourself and her as lovebirds
and not me

You miss her so much
they way you were missing me last time.
How could you?!

I know I'm a lot less perfect than her.
I realise that I can't win you over.
I only have my unconditional love for you
Now that I see you seek more than that.

I wish I could retreat but I couldn't
I wish I'm not me today, but it's too late.
I wish I'm out there living out of misery and pain.
But I wish I'm happy with you
happy with me.

Could it be too much to ask?

19032006

ESTRANGED

I miss my late teen's life:
colours of bright laughter,
bitter of unexpected tears,
the thought of exploring world.
just why hadn't I missed you?

I look back to those days:
of swinging bikes and living nights,
foodloads fested on broken hearts.
Nothing flicks to missing you.

Amidst those faces I'd seen,
yours simply couldn't be a common scene.
Some guitar strings blend in!

Remembering you very occasionally:
I wonder where have I stored all those memories.

To miss you now is something I'm not used to.

Faiqatul Aqwa
26032001, 1345.

Friday, January 29, 2010

Bertemu sekali pun tidak pernah
namun kata sering mengiring bicara
persoalan hidup suasana dunia.

Tiap kali bicara ternoktah
rindu mula kembali bersemi
bilah memori indah
menghitung detik-detik sepi
menjemput kasih kembali.
Tatkala cintamu singgah
di kolam hatiku
teratai kasih menari.
Aku dibuai indah rasa
yang tak mampu ku ungkap dengan kata.

Saat cintamu mekar di jambangan hatiku
kuntum kasih harum mewangi.
Aku didakap suasana indah
yg tak mampu digambar hanya dengan melakarnya.

Di sini kita terima hakikat
cinta tulus yang ikhlas
tidak semestinya bertemu
lafaz akad yg suci
biarpun yang mekar itu
sungguhapun yang indah itu
menghias laman org lain.
Telah sekian lama
aku mengejar cahaya sebaris kaki langit
mengharap, mencari, bermimpi
kalung bahagia menanti.

Lelah makin hebat
keringat makin lebat
kaki langit tetap masih jauh
sedang cahaya sebaris kian suram.

Tertanya pada diri:perlukah terus berlari
tanpa kepastian hakiki
atau harus hanya pasrah
sekadar di sini
menggenggam senja
mengendong malam
menyaksikan mentari esok melebar cahaya?

Langkah menyimpang
meneruskan pencarian pada arah berlainan.
Kukira d sini tiada lagi bahagia
yg dpt kau gubah
menjadi jambangan hiasan
taman syurga dunia kita.

Kutahu kau telah berusaha
merawat hatiku yg parah
namun lukanya terlalu dalam
untuk sembuh sekelip mata.

Maafkn lelahku yang makin panjang
kerna telah terlalu lama berjuang
mempertahankan setia & kasih sayang
padamu yang berulangkali curang.